Travel in Bandung during college
Hello my name is Okky Andriana and this is my little story when I was in Bandung during
college. Bandung is a tourist destination with culinary, shopping and nature tourism. especially what I like is nature. Here are some of the attractions I have searched in Bandung even though with low budget.
1. Farmhouse Lembang
Bisa dibilang objek wisata ini adalah tempat wisata keluarga di Bandung dan juga instagramable.
Jembatan Cinta
Pernah mendengar nama jembatan cinta. Jika belum, tidak ada salahnya mengunjungi farmhouse lembang Bandung dan melihat secara langsung beragam gembok yang dikunci oleh sepasang anak manusia berlainan jenis untuk merepresentasikan cinta mereka.
Gembok merepresentasikan kekekalan cinta yang tidak akan terbuka. Inilah tempat romantis untuk mengungkapkan perasaan cinta Anda kepada pasangan.
2. Climbing Manglayang Mountain
Gunung Manglayang. Gunung ini merupakan rangkaian dari gunung-gunung yang berkaitan dengan Legenda Sangkuriang (Burangrang – Tangkuban Perahu – Bukit Tunggul – Gunung Manglayang) dan merupakan gunung yang terendah diantara 4 gunung tersebut.Perjalanan dari Kost hingga ke Pos Pendakian Baru Bereum sekitar satu jam . Bilang aja sampai warung buat mendaki ke Gunung Manglayang.
Setelah sampai di Pos ini, ambil jalur ke arah kiri yang melewati sungai kecil hingga ke kebun jeruk warga. Jalur ke kanan (yang ada di gambar) adalah jalur ke arah area perkemahan.
Setelah melewati sungai, ambil jalur ke arah kanan sedikit kemudian kiri dan cari jalan yang cenderung langsung menanjak. Jalur pendakian dari Baru Bereum adalah jalur yang paling vertikal daripada yang lainnya, mulai dari awal hingga sampai puncak dengan kemiringan sekitar 45 – 75 derajat dari awal hingga akhir, tanpa jeda. Dimulai dengan tanjakan tanah liat diselingi tanjakan berbatu yang sangat licin dan merupakan jalur air, sehingga sebenarnya sangat tidak direkomendasikan melakukan pendakian pada musim hujan. Sumber air pun tidak ada sepanjang jalur.
The length of our climb to Puncak Bayangan is around 3.5 hours with a little rainy weather. We are targeting to set up tents there. Take the left lane if you find a branch after an encouragement sign. The path to the right is the path to the Peak of Manglayang.
Selama 3,5 jam itu kami terpaksa belepotan dengan tanah basah karena jalurnya yang lumayan aduhai ditambah dengan kabut yang tebal dengan jarak pandang sekitar 1-2 meter. Cabe rawitlah pokoknya Manglayang!
Arriving at the Shadow Peak, we immediately rushed to set up a tent. Incidentally there are already 2 tents. We established 2 of them. Shortly after the tent stood, it was raining hard. Without thinking we immediately took the position to enter the tent and get ready to sleep. Finally canceled the program to eat at night.
This Shadow Peak is a recommended place to set up a tent, because in the morning you can immediately see open scenery. For example citylights from Bandung + Jatinangor and or sunrise with a sensation on the edge of a cliff.
Perjalanan menuju Puncak Manglayang kami tempuh sekitar 1 jam dengan track yang hampir sama, terus menanjak. Mantaaap! :’D
Sampai di puncak rasanya lega banget tentunya, setelah melewati track
yang aduhai jilid 2, yang mana stamina sudah mulai ga oke lagi, heheu.
Alhamdulillah, kami sakses ke Puncak Manglayang 1818 MDPL. Dan ternyata
puncaknya lumayan luas, namun tidak ada pemandangan terbuka karena
tertutup rindangnya pohon sekitar.
The cool thing about this route is that we can see the whole area of Bandung from above. And at the end of the trip, you will be greeted with leafy pine forests and food stalls. Hunger + direct thirst can be eradicated, heheu
3. Lake Situ Patenggang
Located not far from Ciwidey White Crater, this lake offers a magical sensational view.Surrounded by valleys and green trees, this lake looks so calm and it feels like to relax here with your family and closest friends.
Of course I rented a boat to sail and sail the lake. can also visit the small island in the middle of the lake.

4. Saung Angklung Udjo

Dahulu waktu studi tour sma saya melakukan kunjungan kesini dan keren banget heu heu bisa lebih megenal lebih dekat lagi dengan kebudayaan sunda, saya bermain angklung merasa senang heu heu
Tempat ini juga memiliki dan dikelilingi tempat makan untuk menikmati makan siang atau makan malam ketika kelaparan, so jangan takut untuk mengunjungi tempat ini ya untuk belajar lebih tentang budaya Sunda ketika kamu jalan-jalan ke Bandung!
5. Kiwari Farmers Bandung
Kiwari Farmers Bandung can be said to be a coffee place that is still corny in Bandung. When I'm coffee here (January 2019). Even though it's new, its potential is ok. It could be that this place will be booming ... The uniqueness of this place is the price of the coffee menu. When viewed on the menu board, only Malabar Luwak coffee has a price (Rp. 30k). Other coffee menus? blank Indeed, here we can pay for the coffee menu according to our judgment. Daaan, the concoction of the coffee can be adjusted according to our wishes heu heu ....
Saat kesini, saya memilih kopi gunung wayang (kalau ngga salah inget..). Ternyata racikan awalnya terlalu ‘light’ buat saya. Mas barista-nya cekatan menggantinya dengan racikan yang lebih “strong”.. ngga perlu bayar lagi. Disini kita juga bisa bebas ngobrol seputar kopi berasama mas-mas disini. Jangan khawatir, meskipun ngga ngerti apa-apa soal kopi (seperti saya), bakal dapet ilmu lebih dalam seputar dunia kopi.. asyik lho.
Soal
bayar kopi sesuai penilaian, menurut si mas disini bertujuan untuk
mengenalkan cara menikmati kopi yang ‘benar’. Yah, idealnya cara ngopi
itu di giling terus seduh ya, bukan sobek terus seduh 😀 . Cuma sayang,
biasanya harganya mahal. Because that's the concept of "pay according to one's own judgment" was born; can get quality coffee but still affordable.





